Facebook Islam Dibobol Penghujat Islam

Meski niatnya berdakwah, ber-facebook harus hati-hati. Jika lengah akibatnya bias fatal. Ini menimpa group facebook Islam. Pesan yanh menghujat Islam pun masuk. Antara lain : Allahnya Islam tidak dapat melakukan kalkulasi, Muhammad mengada-ada, Al-Qur’an membenarkan begitu banyak kesalahan historis, dan lainnya. Dalam forum diskusi dan wall (dinding) group tertulis topic berjudul “Kesalahan dalam Al-Qur’an” artikel yang menghina Islam ini diposting Achille Muda As. Foto profilnya, terpasang seorang pria tak berbusana.
Analisa Tim Fakta, tulisan ini murni pikiran penganut Kristen yang membenci Islam. Gugatan terhadap Al-Qur’an ini sering ditulis dalam buku-buku karya Evangelis seperti, gugatan terhadap angka, sejarah, dan hal-hal irasional tentang Al-Qur’an. Sekilas rasional, tetapi jika diteliti, ayat yang dipersoalkan sebenarnya tak bermasalah. Berdasarkan logika sederhana, apalagi kaidah tafsir, gugatan ini tak berpengaruh, justru menunjukkan yang bermasalah, Achilles sendiri.
Ayat Al-Qur’an yang dianggap kontradiktif oleh Achilles adalah surat Al-Anbiya’ 76 dan Hud 42. Menurutnya, dalam surat Al-Anbiya 76, Tuhan menyelamatkan Nabi Nuh dan keluarganyadari banjir, sedangkan dalan surat Hud anak Nabi Nuh mati tenggelam ditelan banjir. Atas dasar ini, Achilles menggugat : “anak Nuh Diselamatkan atau Tidak?”.
Jika membaca terjemah kedua ayat diatas dengan motif untuk meragukan Al-Qur’an, sekilas bertentangan. Surat al-Anbiya menyebutkan, Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan keluarganya. Sedangkan Surat Hud menyebutkan anak Nabi Nuh Tidak diselamatkan, tetapi ditenggelamkan. Kontraindikatifkah ayat itu? Tidak. Pasalnya, dalam al-Anbiya’ 76 tedapat kalimat fanajjainaahu wa ahlahu minal-karbil’ adhiim. Orang yang diselamatkan Allah disebut maahu wa ahlahu minal-karbil’ adhiim. orang yang diselamatkan Allah disebut waahlahu (beserta para ahli Nabi Nuh). Sedangkan pada surat Hud 42-43, nash aslinya menyebut kerabat Nabi Nuh yang ditenggelamkan dengan kata ibnahu (anak kandung Nabi Nuh).
Kata ahlun dan ibnun jelas beda. Ahlun mengacu pada hubungan keimanan, jadi “ahlinya Nabi Nuh” adalah para pengikut Nabi Nuh yang beriman. Sedangkan kata ibnun merupakan anak biologis yang memiliki hubungan darah/silsilah/keturunan. Akar kata ibnun adalah bin (anak dari). Kedua ayat itu tak bertentangan, Karena yang diselamatkan Allah adalah Nabi Nuh dan pengikutnya. Sedangkan yang tidak mau mengikuti dakwah Nabi Nuh ditenggelamkan termasuk anak kandung Nabi Nuh. Ini diperkuat dalam ayat berikutnya dengan kalimat annahu laisa min ahlika ( sesungguhnya nakmu bukan termasuk ahlimu). “Allah berfirman : “hai Nuh sesungguhnya dia (anakmu) bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik…,” (Q.s Hud 46).
Jadi, anak kandung Nabi Nuh yang ditenggelamkan itu bukan termasuk (pengikut) Nabi Nuh, tapi orang yang mendustakan ayat –ayat Allah : “maka mereka mendustakan Nuh dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan kami menenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya),” (Q.s al-A’raf 64). Ayat ini mempertegas bahwa tidak ada kontradiksi didalamnya. Peristiwa yang dialami Nabi Nuh juga terjadi pada beberapa Nabi lain.
Contohnya, terjadi pada Luth dan pengikutnya (wa ahlahu) yang diselamatkan Allah dari azab-Nya, sedangkan istrinya terkena azab karena mendustakan ayat-ayat Allah. “kemudian kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya (wa ahlahu) kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan),” QS al-A’raf 83. Pengikut Nabi Luth dalam ayat diatas disebut wa ahlahu (ahlinya Nabi Luth). Sedangkan istrinya tidak termasuk golongan pengikut Nabi Luth. Jelas bahwa tidak ada kontradiksi riwayat Nabi Nuh dalam Al-Qur’an.
Kontradiksi tentang Nabi Nuh hanya ada dalm Alkitab (Bibel). Dalam kitab kejadian 6:3, tuhan membatasi umur manusia sampai 120 tahun. “Berfirmanlah tuhan: ‘Roh-Ku’ tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus du puluh tahun saja.” Tapi kitab Kejadian 9:29 menegaskan : “ jadi Nuh mencapai umur Sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.”
Mana yang benar antara keduanya? Jika umur Nabi Nuh mencapai 950 tahun, berarti batasan umur manusia (120 tahun) yang ditetapkan tuhan meleset 830 tahun. Tuhan kok meleset, Bung Achilles?...

0 Response to "Facebook Islam Dibobol Penghujat Islam"

Posting Komentar